Taiwan — Perhimpunan Pelajar Indonesia di Taiwan (PPI Taiwan) melalui Kabinet Gelora, Departemen II, telah menyelenggarakan Pre Departure Series 2026 bertema “A New Journey, A New Beginning”. Program yang berlangsung pada 12 Juli hingga 8 Agustus 2026 ini menghadirkan empat sesi webinar daring untuk membekali pelajar, mahasiswa baru, dan calon mahasiswa Indonesia dengan informasi serta keterampilan dasar sebelum memulai perjalanan studi di Taiwan.
Kegiatan yang dilaksanakan melalui Zoom Meeting ini merupakan bagian dari upaya PPI Taiwan dalam membantu calon mahasiswa mempersiapkan diri menghadapi lingkungan akademik, sosial, dan budaya yang baru. Program ini melibatkan sejumlah mitra strategis, yaitu Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei, Taiwan Education Center (TEC) Indonesia, Cetta Mandarin, dan Aixue Mandarin.
Melanjutkan studi di luar negeri tidak hanya membutuhkan persiapan akademik, tetapi juga pemahaman mengenai administrasi keberangkatan, tempat tinggal, bahasa, serta kehidupan sehari-hari di negara tujuan. Melalui Pre Departure Series 2026, PPI Taiwan menghadirkan pembekalan yang mencakup aspek administratif, praktis, sosial, dan bahasa untuk membantu calon mahasiswa menjalani proses transisi menuju kehidupan di Taiwan dengan lebih terencana.
Sesi 1: Persiapan Studi dan Layanan Perlindungan WNI
Rangkaian kegiatan dibuka pada Minggu, 12 Juli 2026, melalui sesi “Preparation & Layanan Perlindungan WNI”. Sesi ini menghadirkan Arif Sulistiyo, Kepala KDEI Taipei, untuk menyampaikan sambutan pembuka. Materi disampaikan oleh Tirta Amerta Effendi dari Taiwan Education Center Indonesia, Jakarta, serta Novrizal, Kepala Bidang Perlindungan WNI dan PenSosBud KDEI Taipei. Diskusi dipandu oleh moderator Mochamad Fakhri Andian.
Tirta Amerta Effendi membawakan materi mengenai persiapan studi di Taiwan, sedangkan Novrizal membahas layanan KDEI dan TP3I bagi pelajar Indonesia di Taiwan melalui topik “Safe, Supported, and Connected: Layanan KDEI dan TP3I bagi Pelajar Indonesia di Taiwan”.
Sesi ini memberikan pembekalan awal mengenai persiapan studi, administrasi, serta akses terhadap layanan dan perlindungan bagi warga negara Indonesia di Taiwan. Pemahaman tersebut diharapkan membantu calon mahasiswa mempersiapkan keberangkatan secara lebih matang sekaligus mengenali jalur bantuan yang dap at diakses ketika menghadapi kendala.

Poster Pre Departure Series 2026 PPI Taiwan Sesi 1 bersama KDEI Taipei dan TEC Indonesia.
Sesi 2: Mempersiapkan Langkah Pertama Menuju Taiwan
Pada Minggu, 26 Juli 2026, kegiatan dilanjutkan melalui sesi “Your First Step to Taiwan: Persiapan Mahasiswa Baru Sebelum Keberangkatan”. Sesi ini menghadirkan Rachmad Maulana, yang juga dikenal sebagai Rachmad Zu, seorang penerima beasiswa, kreator konten edukasi, alumnus program magister di Taiwan, sekaligus Co-Founder TWINCE. Diskusi dipandu oleh Salwa Alya Zhafirah.
Materi berfokus pada kebutuhan praktis yang akan dihadapi mahasiswa sebelum keberangkatan hingga minggu-minggu pertama setelah tiba di Taiwan. Pembahasan meliputi daftar barang bawaan dan dokumen penting melalui topik “Before You Fly”, prosedur kedatangan di bandara dan pengisian Taiwan Arrival Card (TWAC) melalui “Landing in Taiwan”, serta persiapan akomodasi dan proses dorm check-in.
Peserta juga memperoleh gambaran mengenai orientasi dan adaptasi pada minggu pertama melalui materi “Your First Week”. Pembahasan ini membantu peserta mengantisipasi kebutuhan sehari-hari yang sering kali baru disadari setelah tiba di negara tujuan.
Melalui sesi tersebut, peserta diharapkan mampu menyusun persiapan secara lebih sistematis, mulai dari dokumen perjalanan dan kebutuhan pribadi hingga tempat tinggal serta proses awal menyesuaikan diri dengan lingkungan baru.
Sesi 3: Mengenal Komunitas dan Membangun Support System
Selain persiapan administratif dan teknis, Pre Departure Series 2026 turut menyoroti pentingnya dukungan sosial dalam perjalanan pendidikan di luar negeri. Hal ini dibahas dalam sesi ketiga bertajuk “Mengenal Komunitas dan Support System Pelajar Indonesia di Taiwan” pada Minggu, 2 Agustus 2026.
Sesi ini menghadirkan tiga narasumber dari komunitas keagamaan pelajar Indonesia di Taiwan, yaitu Muhammad Faqih Ilmi, Wakil Presiden FORMMIT 20 (Forum Mahasiswa Muslim Indonesia di Taiwan); Adeline Morgan, Ketua ITBC (Indonesia Taiwan Buddhist Community); serta Dick Hansel, Ketua KITA (Keluarga Katolik Indonesia di Taiwan). Diskusi dipandu oleh Rafiel Carino Syahroni.

Webinar Pre Departure Series 2026 mengenai komunitas keagamaan mahasiswa Indonesia di Taiwan, yang dipandu oleh moderator Rafiel Carino Syahroni
Para narasumber memperkenalkan peran komunitas masing-masing, fasilitas dan kegiatan keagamaan, serta aktivitas sosial yang dapat menjadi bagian dari kehidupan mahasiswa selama menempuh pendidikan di Taiwan. Pembahasan juga mencakup pentingnya menjaga keseimbangan antara tanggung jawab akademik, kehidupan sosial, dan kebutuhan spiritual.
Sebagai bagian dari sesi ini, peserta mengikuti diskusi dalam breakout room berdasarkan wilayah, yaitu Taiwan Utara, Tengah, dan Selatan. Melalui sesi berbagi bersama pengurus PPI wilayah dan kampus, peserta berkesempatan mengenal kehidupan mahasiswa di berbagai kota, lingkungan kampus, pilihan transportasi, hingga perkiraan biaya hidup.
Pengenalan terhadap komunitas dan jaringan PPI ini diharapkan membantu calon mahasiswa membangun relasi, menemukan lingkungan yang mendukung, serta menjalani proses adaptasi dengan lebih percaya diri.
Sesi 4: Membekali Mahasiswa dengan Kemampuan Dasar Bahasa Mandarin
Rangkaian webinar ditutup pada Sabtu, 8 Agustus 2026, melalui sesi “Chinese Basic Conversation for Daily Activity”. Sesi ini menghadirkan Irna Kristina, S.Tr.Par., M.Pd. (熊卿玲), bagian dari tim Cetta Mandarin dan Aixue Mandarin, yang merupakan alumnus program magister Teaching Chinese as a Second Language dari National Chung Hsing University (NCHU). Ia memiliki pengalaman tinggal selama delapan tahun dan bekerja selama tiga tahun di Taiwan. Diskusi dipandu oleh moderator Salwa Alya Zhafirah.

Penyerahan e-sertifikat apresiasi kepada narasumber Sesi 4, Irna Kristina, S.Tr.Par., M.Pd., yang dipandu oleh moderator Salwa Alya Zhafirah.
Materi berfokus pada percakapan dasar bahasa Mandarin yang dapat digunakan dalam berbagai situasi sehari-hari. Peserta diperkenalkan pada ungkapan praktis untuk berbelanja, menggunakan transportasi umum, memesan makanan, menanyakan arah, serta berinteraksi di lingkungan kampus.
Kemampuan berbahasa menjadi salah satu aspek penting dalam proses adaptasi mahasiswa internasional. Penguasaan ungkapan sederhana dapat membantu mahasiswa memenuhi kebutuhan sehari-hari, berkomunikasi dengan masyarakat setempat, dan membangun kepercayaan diri ketika berada di lingkungan berbahasa Mandarin.
Melalui sesi ini, peserta didorong untuk mulai membangun kemampuan komunikasi sejak sebelum keberangkatan sebagai bekal menjalani kehidupan sehari-hari di Taiwan.
Kolaborasi dan Apresiasi bagi Peserta
Penyelenggaraan Pre Departure Series 2026 menunjukkan pentingnya kolaborasi antara organisasi pelajar, perwakilan resmi Indonesia, lembaga pendidikan, dan penyedia pembelajaran bahasa dalam mendukung kesiapan calon mahasiswa. Keterlibatan KDEI Taipei, TEC Indonesia, Cetta Mandarin, dan Aixue Mandarin memperluas cakupan pembekalan, mulai dari persiapan studi dan layanan perlindungan WNI hingga adaptasi sosial serta komunikasi sehari-hari.
Program ini menyediakan pendaftaran gratis dan e-sertifikat bagi peserta yang mengikuti seluruh rangkaian Sesi 1 hingga Sesi 4. Selain itu, terdapat doorprize berupa free trial Mandarin class bersama Cetta Mandarin dan Aixue Mandarin bagi 10 peserta terpilih. Kelas tersebut dijadwalkan berlangsung pada 15 Agustus 2026, dengan peserta dipilih melalui mekanisme keaktifan dan lucky draw sesuai ketentuan program.
Berdasarkan evaluasi penyelenggaraan, seluruh empat sesi webinar terlaksana sesuai dengan tema dan jadwal yang ditargetkan. Materi, panduan administrasi, dan rekaman kegiatan juga didistribusikan kepada peserta terdaftar. Program ini turut memfasilitasi pengenalan calon mahasiswa terhadap jaringan PPI wilayah dan kampus serta komunitas keagamaan di Taiwan.
Mempersiapkan Perjalanan Baru dengan Lebih Percaya Diri
Melalui Pre Departure Series 2026: “A New Journey, A New Beginning”, PPI Taiwan menegaskan komitmennya untuk mendukung calon mahasiswa Indonesia dalam mempersiapkan perjalanan pendidikan di Taiwan. Persiapan yang baik tidak hanya mencakup kelengkapan dokumen dan kebutuhan keberangkatan, tetapi juga pemahaman mengenai lingkungan baru, kemampuan berkomunikasi, serta keberadaan komunitas yang dapat menjadi sumber dukungan.
Dengan pembekalan yang mencakup aspek administratif, praktis, sosial, dan bahasa, program ini diharapkan dapat membantu mahasiswa baru memasuki kehidupan akademik di Taiwan dengan kesiapan yang lebih matang. Lebih dari sekadar rangkaian webinar, kegiatan ini menjadi langkah awal untuk membangun hubungan antara calon mahasiswa dan komunitas pelajar Indonesia yang akan menjadi bagian dari perjalanan mereka selama menempuh pendidikan di Taiwan.
Penulis: Adi Surya Witjaksono
Sumber Foto: Dokumentasi Pre Departure Series 2026