BANGKOK, THAILAND – Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Taiwan berpartisipasi dalam Simposium Asia-Oseania 2026 yang diselenggarakan oleh Aliansi Perhimpunan Pelajar Indonesia Dunia Kawasan Asia-Oseania (PPIDK Asia-Oseania) bersama Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Thailand (PERMITHA) pada 15–17 Agustus 2026 di Bangkok, Thailand. Kegiatan ini mempertemukan mahasiswa Indonesia dari berbagai negara, akademisi, pelaku industri, dan perwakilan pemerintah untuk mendorong kolaborasi riset serta memperkuat jejaring organisasi pelajar Indonesia di kawasan Asia-Oseania.

Foto bersama peserta dan delegasi Kongres PPIDK Asia-Oseania 2026 yang berlangsung secara hibrida di KBRI Bangkok. (Foto: Dokumentasi kegiatan)
Simposium yang berlangsung di Centara Watergate Pavilion Hotel Bangkok pada 15 Agustus 2026 mengusung tema “From Asia and Oceania to Nusantara: Collaborative Research for Golden Indonesia 2045” dengan subtema “Smart and Sustainable Food Systems: From Academic Research to Industrial and Policy Implementation”. Pembahasan berfokus pada pengembangan sistem pangan berkelanjutan serta penerapan hasil penelitian dalam industri dan kebijakan.

Foto bersama seluruh peserta, narasumber, dan panitia usai sesi Simposium Asia-Oseania 2026 di Centara Watergate Pavilion Hotel, Bangkok. (Foto: Dokumentasi kegiatan)
Kolaborasi Akademisi, Industri, dan Pemerintah
Salah satu agenda utama simposium adalah Education Talk yang membahas kolaborasi antara akademisi, industri, dan pemerintah melalui pendekatan Triple Helix. Topik yang diangkat mencakup ilmu pengetahuan dan teknologi halal, pemanfaatan mikroalga untuk industri pangan berkelanjutan, serta pengembangan sumber daya manusia.
Kegiatan ini dihadiri pembicara yang meliputi Assoc. Prof. Dr. Winai Dahlan dari The Halal Science Center, Chulalongkorn University; Falasifah, S.Si., Direktur PT Alga Bioteknologi Indonesia (ALBITEC); serta Prof. Dr. Arif Satria dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Diskusi tersebut menyoroti pentingnya keterhubungan antara penelitian akademik, kebutuhan industri, dan kebijakan pemerintah dalam mendukung inovasi serta ketahanan pangan. Melalui kolaborasi lintas sektor, hasil penelitian diharapkan dapat diterapkan secara lebih luas untuk mendukung pengembangan industri dan perumusan kebijakan.
Research Awards Apresiasi Karya Ilmiah
Simposium ini juga menghadirkan 2026 Asia-Oceania Research Awards, yang mencakup presentasi sepuluh abstrak penelitian terbaik (Top 10 Best Abstracts) dan pemberian penghargaan dalam tiga kategori, yaitu Best Research Innovation, Best Research Award, dan Best Oral Presentation.
Para finalis mempresentasikan hasil penelitian mereka dan menjawab pertanyaan dari dewan juri serta peserta. Setelah seluruh presentasi selesai, dewan juri melakukan pembahasan untuk menentukan penerima penghargaan pada setiap kategori.
Program penghargaan ini menjadi salah satu upaya penyelenggara untuk mengapresiasi karya ilmiah, mendorong inovasi, dan memperluas kesempatan bagi mahasiswa serta peneliti Indonesia untuk memperkenalkan hasil penelitian kepada komunitas akademik dan pemangku kepentingan lintas negara.
Kongres PPIDK Asia-Oseania Tetapkan Kepemimpinan Periode 2026/2027
Selain agenda akademik, Kongres PPIDK Asia-Oseania diselenggarakan pada 16 Agustus 2026 di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Bangkok. Kongres membahas laporan pertanggungjawaban kepengurusan periode 2025/2026, pemilihan koordinator dan wakil koordinator untuk periode berikutnya, serta penentuan tuan rumah simposium selanjutnya.
PPI Taiwan diwakili oleh Nurul Dzakiyyah dan Sufyan Romzi sebagai delegasi utama dalam persidangan kongres. Persidangan ini diikuti oleh perwakilan PPI dari sejumlah negara di kawasan Asia-Oseania, baik secara langsung maupun melalui Zoom Meeting.
Dalam pemilihan kepemimpinan, M. Muflih Naufal Kamil dari PPI Tiongkok terpilih sebagai Koordinator PPIDK Asia-Oseania periode 2026/2027. Sementara itu, Fitra Prasapawidya P. dari PERMITHA terpilih sebagai Wakil Koordinator untuk periode yang sama.
Selanjutnya, pada 19 Agustus 2026, PPI Jepang ditetapkan sebagai tuan rumah Simposium Asia-Oseania 2027, yang juga dikenal sebagai Simposium Asiania 2027. Penetapan tersebut menjadi bagian dari persiapan keberlanjutan forum kolaborasi mahasiswa Indonesia di kawasan Asia-Oseania.
Peringatan Kemerdekaan Indonesia di Bangkok
Rangkaian kegiatan di Bangkok juga bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026. Para peserta mengikuti upacara peringatan kemerdekaan di KBRI Bangkok yang dipimpin oleh Hari Prabowo, Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Thailand merangkap Perwakilan RI untuk Komisi Ekonomi dan Sosial PBB untuk Asia dan Pasifik (UNESCAP).

Para delegasi dan mahasiswa Indonesia berfoto bersama dalam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman KBRI Bangkok. (Foto: Dokumentasi kegiatan)
Peringatan kemerdekaan tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa Indonesia di luar negeri untuk mempererat hubungan kebangsaan di tengah keberagaman latar belakang akademik dan negara tempat mereka menempuh pendidikan.
Perkuat Jejaring dan Kolaborasi Mahasiswa Indonesia
Partisipasi PPI Taiwan dalam Simposium Asia-Oseania 2026 merupakan bagian dari keterlibatan organisasi dalam forum mahasiswa Indonesia lintas negara. Kehadiran delegasi dalam agenda akademik dan kongres kawasan membuka ruang pertukaran gagasan, penguatan koordinasi organisasi, serta penjajakan peluang kolaborasi penelitian.
Melalui forum tersebut, PPI Taiwan dapat memperluas jejaring mahasiswa Indonesia di tingkat internasional sekaligus mendukung pengembangan riset yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, industri, dan pembangunan Indonesia.
Penulis: Adi Surya Witjaksono
Kontributor Lapangan: Sufyan Romzi